Booking.com
Breaking News
recent

Simetris: Hanya Bu Risma yang Bisa Meneruskan Program Jokowi Pimpin Jakarta

BeritaIndependent.Com | Koordinator Siap Mendukung Risma (Simetris) Parjono mengatakan sebagian warga Jakarta sudah bosan dengan arogansi kekuasaan yang selalu dipertontonkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kepada publik.

Selama memimpin Jakarta, jelas Parjono, Ahok lebih menunjukkan sebagai figur penguasa yang arogan. Sementara perhatian kepada rakyat kecil terabaikan, terlebih selama ini Ahok kerap menunjukkan "perilaku kasar" pada rakyat yang digusur tanpa melalui proses dialog yang lazim dimiliki seorang pemimpin panutan.

Puncak kekecewaan rakyat inilah yang mendasari lahirnya Simetris. Bersamaan dengan itu, Simetris menyatakan dukungannya terhadap Ibu Risma Wali Kota Surabaya untuk maju dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta tahun 2017.

"Risma pantas memimpin Jakarta, karena memiliki sisi humanis dan juga peduli dengan rakyat kecil, ketimbang Gubernur sekarang yang mempertontonkan arogansi kekuasaannya," terang Parjono kepada awak media di Tambora, Jakarta Barat, pada Rabu (29/6).

Menurut Simetris, pembangunan di ibu kota Jakarta saat ini merupakan warisan gubernur sebelumnya Joko Widodo. Sehingga, sosok penggantinya pun harus mirip dengan karakter seperti Jokowi.

"Saya pikir yang bisa meneruskan program di DKI ini ya Bu Risma. Karena yang ada saat ini kan program Jokowi, karakter mereka mirip," ulas Parjono.

Karakter kepemimpinan Jokowi, imbuh Parjono, lebih mengedepankan dialog tanpa ada kekerasan dan penggusuran. Sehingga, hal itu juga bisa diterapkan oleh Risma yang dianggap punya karakter sama ketika memimpin DKI Jakarta periode 2017-2022 nanti.

Untuk itu, warga Kali Anyar Tambora berpartisipasi membentuk komunitas Siap Mendukung Tri Rismaharini (Simetris).

Hal yang sama juga disampaikan oleh Direktur EmrusCorner, Emrus Sihombing yang juga merupakan pakar komunikasi politik Universitas Paramadina. Emrus menyampaikan di mata publik, karena ditopang kekuatan ideologi yang kukuh dalam dirinya, Risma merupakan sosok yang tidak mau "berpindah hati" ke yang lain.

"Risma bukanlah sosok menghalalkan semua cara demi kekuasaan. Baginya, jabatan publik benar-benar amanah," ujar Emrus.

Hal itu tentu saja menyindir kiprah petahana Basuki Tjahaja Purnama yang bak "bajing loncat" kerap berpindah-pindah partai demi kepentingan politisnya.

Ahok bukanlah seperti Risma yang dianggap tokoh ideologis, karena menurut Emrus, Risma termasuk politisi negarawati, bukan politisi haus kekuasan. Karena itu, bila Risma diusung partai menjadi kandidat Gubernur DKI Jakarta 2017, peluang menang terbuka lebar.

"Risma memiliki semua keunggulan yang dimiliki kandidat lain termasuk dari petahana seperti kerja keras jujur, anti korupsi. Dengan demikian, faktor kelebihan tersebut, dari aspek metodologi, menjadi netral ketika Risma bersaing dengan kandidat lain, termasuk dengan petahana untuk memenangkan DKI-1," jelas Emrus. **(R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.