Breaking News
recent

Sebarkan Fitnah, Petinggi JIL Resmi Dipolisikan

BeritaIndependent.Com | Secara resmi DPP Front Pembela Islam (FPI) pada Senin (27/6) melaporkan salah satu pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL) Nong Darol Mahmada kepada Polda Metro Jaya karena telah menyebarkan fitnah kepada FPI.

Petinggi JIL dan juga istri Guntur Romli itu menyebut ada salah satu anggota FPI tertangkap sedang mesum di hotel melati pada bulan Ramadhan.
“Barusan memposting berita, ada salah satu anggota FPI tertangkap lagi mesum di hotel melati di bulan ramadan, astaghfirullah,” tulis Nong melalui akun Twitter pribadinya, @nongandah, Senin (20/6) lalu.
Sebelumnya, pada Sabtu (19/6), Nong meretwit berita Wahanariau.com berjudul salah satu anggota FPI tertangkap mesum di Hotel Melati di Bulan Ramadhan.

Padahal, Wahanariau.com sendiri telah meminta maaf atas berita hoax yang diterbitkan pada Jumat (18/6) itu.

“Kami segenap keluarga besar Wahanariau.com mengucapkan permohonan maaf yang sebesarnya kepada keluarga besar FPI seluruh indonesia, khususnya keluarga besar FPI Makassar atas pemberitaan tidak benar (Hoax, Red) yang dikutip dari Lokkoledo,” kata CEO Wahanariau.com Iskandar dalam klarifikasinya.

Sementara FPI Makasar sendiri sudah mengeluarkan klarifikasi pada Senin (20/6) untuk meluruskan fitnah tersebut.

"Terkait pemberitaan tentang FPI Makassar yang disebarkan melalui media internet dimana disebutkan bahwa ada salah seorang anggota FPI Makassar yang tertangkap berbuat mesum di salah satu Hotel Melati di Makassar saat razia oleh Satpol PP sepenuhnya adalah berita bohong atau hoax," kata ketua FPI Makassar melalui pernyataannya yang diterima Suara Islam Online.

SI Online / JITU




No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.