Booking.com
Breaking News
recent

Resah Dengan Beredarnya Vaksin Palsu? Ini Saran Dokter Untuk Buah Hati Anda

BeritaIndependent.Com | Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sudah meminta BPOM untuk segera menguji isi kandungan yang ada di dalam vaksin palsu.

Temuan polisi terkait pabrik vaksin palsu yang dikemas dengan botol bekas di Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Semarang telah memunculkan ketakutan di kalangan para orangtua yang akan mengimunisasi anak-anaknya. Mereka takut vaksin palsu itu memberikan dampak yang justru mengancam jiwa.

Baca Juga: 13 Tahun Vaksin Palsu Beredar, Jokowi: Itu Kejahatan Luar Biasa Sekali

Terkait hal itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengimbau pada orangtua untuk memperhatikan setiap gejala yang dialami anak.

Menurut Ketua Umum IDI, Prof. Dr. Oetama Marsis, Sp.OG, setidaknya terdapat dua dampak dari pemberian vaksin palsu pada anak yaitu terkait keamanan dan proteksi.

Dampak keamanan sangat ditentukan oleh kandungan dari vaksin palsu tersebut, namun pembuataan vaksin yang tidak memenuhi standar sterilisasinya memungkinkan vaksin palsu terkontaminasi oleh mikroorganisme.

Akibat kontaminasi tersebut, vaksin palsu berisiko menimbulkan infeksi yang dapat bersifat ringan sampai berat. Jika terdapat tanda-tanda infeksi pada anak seperti panas tinggi, hilangnya nafsu makan, atau terdapat penurunan kesadaran, sebaiknya segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan.

Dampak proteksi dari vaksin palsu tentunya tidak terbentuk kekebalan tubuh sang anak terhadap penyakit tersebut. Jika seorang anak dipastikan mendapat vaksin palsu tentunya harus ditempuh langkah vaksinasi kembali untuk memberikan kekebalan pada sang anak. (rel)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.