Booking.com
Breaking News
recent

Polisi, Santri dan Ormas Islam Sepakat Patroli Simpati Ramadhan

BeritaIndependent.Com |  Langkah positif diinisiasi oleh jajaran Polres Sukabumi, Jawa Barat dengan merangkul semua pihak untuk mengamankan situasi selama ramadhan 2016. Para ulama, santri, pendekar di sejumlah pesantren di Kota Sukabumi, diikutsertakan bergabung menjadi petugas patroli simpati Ramadhan.

Mereka bergabung dengan personel Kepolisian Resor (Polres) Sukabumi Kota, Komando Distrik Militer (Makodim) 0607/Sukabumi, Detasemen Polisi Militer, dan sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) keislaman untuk mengantispasi adanya gangguan yang dilakukan pihak tertentu pada saat bulan Puasa.

"Kami sudah melakukan serangkaian pertemuan di Mapolres Sukabumi Kota membentuk patroli simpatik. Patroli beranggotakan gabungan dari seluruh ormas Islam, unsur pemerintahan, aparat kepolisian dan TNI, diharapkan dapat meminimalisasi aksi  yang dilakukan elemen masyarakat tertentu,” kata Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir-Al Fath, Fajar Laksana, membenarkan.

Selain membentuk petugas gabungan patroli simpatik Ramadhan, juga telah disepakati Pemkot Sukabumi akan segera menyebarkan surat edaran ke setiap tempat hiburan malam dan rumah makan. Terutama kepada para para pemilik tempat himburan agar tidak beroperasi selama Ramadhan.

"Hal itu dilakukan untuk menghargai kekhidmatan umat Muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa. Sedangkan untuk warung-warung nasi, diimbau membuka usahanya mulai pukul 16.00 WIB,” katanya.

Fajar Laksana yang juga salah seorang pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi mengimbau agar tempat-tempat makan harus beroperasi sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan dari Pemkot Sukabumi. Petugas patroli simpati akan melakukan serangkaian inspeksi mendadak (sidak) ke tempat rumah makan dan restoran.

Terkait hal ini, Kapolres Sukabumi Kota, Rustam Mansur, mengatakan tim yang bergabung dengan patroli simpatik Ramadhan akan rutin memantau. Petugas akan patroli secara terjadwal untuk mengimbau agar para pedagang makanan, restoran untuk mematuhi himbauan kepala daerah tidak berjualan pada siang hari.( umi/PR/Dea)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.