Breaking News
recent

Perda Bernuansa Islam Diberangus, FPI: Ayoo Rapatkan Barisan Lawan Rezim Dhalim

BeritaIndependent.Com | Sikap pemerintahan RI di era rezim Jokowi telah mencabut 3000 lebih perda perda berbau syariat di seluruh indonesia. Meski hal itu melalui Mendagri telah diklarifikasi toh kenyataannnya telah menimbulkan gejolak di masyarakat.

Terkait kebijaksanaan tersebut, Front Pembela Islam (FPI) Aceh menyampaikan nota protes.

Baca Juga: Ini Klarifikasi Mendagri Tjahjo Kumolo Soal Perda Bernuansa Islam

“Kami menolak pencabutan Perda yang Islami  di manapun, bila pemerintahan jokowi tetap ngotot mencabut perda Perda Islami sama dengan pemerintahan Jokowi telah menyakiti ummat Islam dengan terang terangan. Ketahuilah kesabaran ada batasnya dan jangan salahkan ummat Islam jika bangkit melawan pemerintah dengan segenab kemampuan” tulis Ketua FPI Aceh Tengku Muslim At Thahiri melalui pesan brocast pada Kamis, (16/6/2016).

Ummat Islam Aceh tidak akan tinggal diam dan akan ikut membela hak-hak saudara kami yang telah dikhianati oleh pemerintahan jokowi. Dan juga mendesak pemerintahan Jokowi untuk belajar lagi UUD 1945 apakah perda-perda Islami melanggar UUD.

“Jangan sok berkuasa karena negara ini bukan milik pribadi yang bisa dibuat sesuka hati, dan NKRI diperjuangkan dengan terikan takbir dan tetesan darah para ulama dan banyak nyawa ummat Islam gugur dalam melawan belanda dan jepang. Jadi pemerintahan jokowi jangan bagaikan kacang lupa kulitnya.” imbuhnya.

FPI Aceh juga mengajak ummat Islam untuk bersatu melawan rezim yang dhalim terhadap Islam.

“Ayo aturkan shaf biar kita dipenjara asal syariat Islam tidak dipenjara, biar kita dibuang asal Perda syariat tidak dibuang, biar nyawa kita melayang asal wibawa Ummat Islam tidak melayang.” tandasnya. (rel/R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.