Booking.com
Breaking News
recent

Pengamat Kebijakan Publik Minta Ahok Belajar Jaga Mulut

BeritaIndependent.Com | Sikap temperamen yang ditunjukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama terhadap seorang wartawan yang mewawancarainya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (16/6) kemarin menunjukan orang nomor satu di Ibukota itu tidak bisa menjaga mulutnya.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagyo menilai, pria yang biasa disapa Ahok itu memang memiliki tabiat yang selalu meledak-ledak. Akan tetapi sebagai pejabat publik cara seperti itu tidak elok ditampilkan. Sebab apa yang dilakukannya akan disorot publik bahkan dicontoh masyarakat.

"Semua orang juga tahu kerja Ahok, tapi mulutnya (Ahok) perlu dijaga. Karena kelakuannya emang gitu (selalu meledak-ledak)," katanya ketika dihubungi, Jumat (17/6).

Baca Juga: Akhirnya Ahok Diboikot Wartawan Balaikota

Agus berpendapat bahwa sikap arogan tersebut merupakan sesuatu yang buruk untuk ditiru oleh masyarakat. Mestinya dia itu banyak belajar. Minimal belajar menjaga mulutnya agar bisa bertutur layaknya budaya ketimuran. Penuh etika dan moral.

"Tentu buruk jika dicontoh warga. Tapi kan tabiat dia emang gitu mau bagaimana, emaknya aja belum tentu bisa ngubahin," tambahnya.

Lebih lanjut Agus menjelaskan, tabiat seorang manusia itu tidak bisa diubah setelah berusia di atas lima tahun. Karenanya, untuk mengubah tabiat Ahok untuk lebih sopan sangat sulit dilakukan.

"Kalau ada orang yang mau mengubah tabiat Ahok supaya lebih sopan, susah. Tidak mungkin, karena itu emang bawaan dia," tandasnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, mantan Bupati Belitung Timur itu baru saja mengamuk dan mengusir seorang wartawan pada saat sesi wawancara di Balai Kota DKI. Dari sejumlah wartawan yang ikut wawancara, ada seoran jurnalis yang bertanya. Namun pertanyaan dia itu dianggap suami Veronica Tan itu mengadu domba.

Tak ayal wartawan itu menjadi sasaran emosional Ahok di depan orang ramai di Balai Kota DKI Jakarta.

Atas sikap mantan kader Partai Gerindra itu, wartawan yang biasa meliput di Balai Kota DKI Jakarta melakukan pemboikotan saat diundang acara buka bersama yang digelar di rumah dinas gubernur, di Jalan Taman Suropati nomor 7, Menteng, Jakarta Pusat. (sumber: JP)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...