Booking.com
Breaking News
recent

Pembuat Vaksin Palsu Dapat Dikategorikan Tindakan Bio Terorisme, Menkes Harus Mundur

BeritaIndependent.Com | Kejahatan yang dilakukan para pemalsu vaksin terbilang keji. Kasus vaksin palsu adalah kegiatan bioterorism yang mebahayakan yang dibiarkan oleh aparatur pemerintahan Jokowi, khususnya Kementerian Kesehatan, badan pengawasan obat dan makanan (BPOM).

Karena itu, Asosiasi Ekonomi dan Politik Indonesia berharap kasus vaksin palsu yang beberapa waktu lalu terbongkar agar diusut tuntas. Terlebih modes operandi para pelaku sudah berlangsung selama 13 tahun.

Baca Juga: 13 Tahun Vaksin Palsu Beredar, Jokowi: Itu Kejahatan Luar Biasa Sekali

"Kasus vaksin palsu yang baru baru ini terkuak, menunjukkan lemahnya tanggung-jawab Pemerintahan Jokowi terhadap masalah ketahanan dan kemamanan nasional (national security)," tulis Salamuddin Daeng menanggapi insiden ini melalui siaran persnya yang dikirim ke redaksi.

Dia menambahkan, bahwa vaksin palsu dapat dikategorikan sebagai tindakan bio terorisme yang keji. Dan pemerintah tidak melakukan pengawasan dengan baik.

"Mungkin karena tidak mampu, mungkin juga melakukan pembiaran," imbuhnya.

Salamuddin Daeng tak habis pikir, bagaimana mungkin seseorang dibiarkan meracuni jutaan anak anak hanya untuk uang? Ini adalah serangan nasional untuk menghancurkan generasi!

Lembaga-lembaga terkait dalam pemerintahan Jokowi menurutnya tidak bekerja, atau tidak berfungsi sebagaimana mestinya dalam menjaga masyarakat.

"Menteri kesehatan Jokowi harus mundur sebagai bentuk pertanggung-jawaban atas masalah ini. Dia sama sekali tidak bekerja. Selama ini menteri kesehatan sibuk mengurusi rokok, setiap hari bicara rokok dan lupa akan tugas pokok dan fungsinya," katanya. (rel)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...