Booking.com
Breaking News
recent

Nasehat Ahok Untuk Ahmad Dhani: Kalau Demo Jangan Bawa Truk trailer, Tapi Bawa Sarang Burung

BeritaIndependent.Com | Sebuah truk trailer dan mobil hardtop pembawa generator, yang disebut milik artis Ahmad Dhani, dibawa pihak kepolisian ke Mapolda Metro Jaya. Truk dan mobil tersebut disebut pihak kepolisian untuk acara "Panggung Rakyat Tangkap Ahok" di depan Gedung KPK.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan alat-alat tersebut terpaksa diamankan petugas karena dapat mengganggu keamanan dan ketertiban warga.
"Intelijen kami mengendus akan ada rencana panggung rakyat di depan Gedung KPK menggunakan truk trailer," katanya kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Kamis (2/6).

"Tahu sendiri kan trailer panjangnya segitu? Mau ditaruh di depan KPK, apa nantinya tidak bikin macet? Apa tidak bikin permasalahan?" kata Awi. Dari penindakan tersebut, diamankan delapan orang yang berada di dalam mobil tersebut. Saat ini, mereka masih dalam pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya.

Menanggapi insiden ini, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama justru merasa geli. Sebagai artis Ahok menilai Ahmad Dhani kurang kreatif.

Coba Anda simak, thema unjuk rasa itu kan "Panggung Aksi Tangkap Ahok".

"Ya tangkap saja. Gitu kan? Emang aku burung?" kata Ahok melemparkan guyonan kepada wartawan di Balaikota DKI, Jakarta.

Ahok menambahkan, "Nah kalau themanya Tangkap Ahok, demonya jangan bawa Truk trailer dong, tapi lebih pas kalau bawa Sarang Burung,"

Masih seakan tak peduli, Ahok pun menyarankan agar para penggagas demontsrasi mengganti thema aksi mereka menjadi "Jerat Ahok".

"Kayaknya sudah sering deh panggung rakyat tangkap Ahok. Ya, harusnya ganti dong, jadi jerat Ahok," kelakarnya.
Dalam aksi "Panggung Rakyat Tangkap Ahok" sedianya dihadiri musisi Ahmad Dhani, aktivis politik Ratna Sarumpaet, Presiden KSPI Said Iqbal, advokat Eggy Sudjana, dan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Mayjen TNI Purn Prijanto.

Mereka mendesak KPK menetapkan Ahok sebagai tersangka terkait kasus pembelian lahan RS Sumber Waras dan Reklamasi Teluk Jakarta yang terbukti bermasalah. Tapi, aksi itu sendiri sampai sejauh ini batal digelar karena tidak diizinkan Polda Metro Jaya. (R/upik)

Add caption

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.