Booking.com
Breaking News
recent

Muhammadiyah Prihatin, Masjid Sekarang Tak Ubahnya Seperti Stanplat Bus

BeritaIndependent.Com | Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah Ali Muhson mengaku prihatin terhadap ghiroh umat Islam sekarang, utamanya dalam memperlakukan fungsi Masjid  sebagai tempat ibadah, memperdayakan ekonomi umat, apalagi kepedulian memakmurkan masjid.

“Coba mari kita perhatikan. Masjid sekarang tak ubahnya seperti stanplat bus,  jika orang ke stanplat bus, dia akan menganggap selesai kalau tujuannya telah selesai. Kita Misalnya, masuk masjid sholat, duduk sebentar, lalu pulang, tanpa pernah berbicara apalagi mengenal dengan orang yang duduk di samping kita”, kata  Ali Muhson saat menyampaikan kajian Tarjih Ramadhan dan buka bersama dengan tema “Masjid Sebagai Wahana Membangun Kualitas Ummat” pada Sabtu (18/6)

Sungguh fenomena ini sangat memprihatinkan. Oleh karenanya Ali Muhson berharap para aktivis muda Islam bergerak guna memperbaiki kondisi umat. Utamanya menggandeng para takmir Masjid guna memberikan pencerahan kepada umat.

“Takmir masjid mempunyai peran yang sangat penting untuk memakmurkan masjid, namun pada kenyataannya peran tersebut kurang dipahami oleh kebanyakan takmir masjid,” ungkapnya.

Ali Muhson mengatakan tugas dari Majelis Tabligh Muhammadiyah, yakni untuk turut serta memberikan pemahaman kepada Para Takmir Masjid, salah satunya adalah mengumpulkan para takmir masjid  atau mengadakan semacam workshop dengan tujuan memberikan pemahaman tugas dan peran pentingnya takmir masjid dalam memakmurkan masjid.
“Tugas dari Majelis Tabligh Muhammadiyah, yakni untuk turut serta memberikan pemahaman kepada para takmir masjid, salah satunya adalah mengumpulkan para takmir masjid  atau mengadakan semacam workshop dengan tujuan memberikan pemahaman tugas dan peran pentingnya takmir masjid dalam memakmurkan masjid,” pinta Ali pada Jamaah. 
(Umi Khalsum/Mona/R)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.