Booking.com
Breaking News
recent

Klarifikasi PBNU, Kiai Said: Salah Besar NU Dukung Ahok

BeritaIndependent.Com | Imam Besar PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan umat Islam wajib memilih calon pemimpin muslim yang adil, jujur, dan bersih.

“Kalau ada calon (pemimpin) muslim yanga seperti itu, maka kita umat Islam harus memilih pemimpin yang muslim,” kata Kiai Said saat menerima kunjungan bakal calon gubernur Jakarta, Sandiaga S Uno di lantai 3 Gedung PBNU, Jakarta (22/6). 

Dalam kesempatan itu, Kiai Said juga membantah informasi yang menyebutkan bahwa PBNU telah mendukung Ahok. Berita NU mendukung Ahok itu sudah menyesatkan. “Itu salah besar itu, salah besar itu. Mengutipnya tak benar itu,” kata Kiai Said seperti dirilis laman resmi NU Online.

Terkait dengan kedatangan Sandiaga, Kiai Said menjelaskan, PBNU bukanlah partai politik, maka dari itu NU tidak bisa mendukung siapa pun. NU hanya bisa mendoakan dan merestui calon pemimpin yang memenuhi persyaratan tersebut di atas.

“PBNU tak bisa dukung mendukung karena bukan partai politik, tapi mendoakan semoga lancar dan Allah memberikan kekuatan lahir batin,” ucap Pengasuh Pesantren As Tsaqofah tersebut.

Secara harfiah,  lanjut Said, ada baiknya warga Jakarta muslim yang mencapai 60 persen dari jumlah keseluruhan memilih pemimpin muslim. Namun dengan catatan, pemimpin tersebut harus lah adil, jujur, bersih, santun, dan memiliki kapabilitas baik untuk mejalankan roda pemerintahan.

Menurut Said, hingga kini,  Jakarta tidak kekurangan pemimpin muslim. Namun, tetap harus memilih pemimpin muslim yang adil.

"Untuk Jakarta saya percaya nggak kekurangan pemimpin muslim yang benar, adil, dan amanah kok. Salah satunya ya Pak Sandi ini. Kami berikan restu," ujarnya.

Pada kesempatan itu juga, Said mengklarifikasi pernyataannya yang pernah mengatakan mendukung calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

"Jadi, nggak ada saya dukung Ahok. Nggak benar itu. Itu ngada-ngada aja," tegasnya.

Sementara itu, Sandiaga S Uno mengatakan, kedatangannya ke PBNU adalah untuk mengambil undangan acara buka puasa bersama dan peluncuran e-Kartanu yang akan dilaksanakan pada 27 Juni nanti.

“Dan juga sowan kepada Pak Kiai, sahabat lama, orang tua saya. Sekaligus mendapatkan nasihat dari beliau,” tutur Sandiaga.

Editor    : Lukman Sutrisno
Sumber : NU Online


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...