Booking.com
Breaking News
recent

Inspirasi Sandiaga Uno, Jangan Melihat Pedagang Sebagai Sumber Masalah

BeritaIndependent.Com | Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Sandiaga Salahudin Uno berharap para pejabat jangan memandang kehadiran pedagang kaki lima (PKL) sebagai sumber masalah, sebaliknya jika dikelola dengan baik, kehadiran PKL justru memberi solusi guna mengurangi jumlah pengangguran yang ada di Ibukota.

Pernyatan tersebut diutarakan Sandi Uno saat acara buka puasa dengan para pedagang kaki-5 di kawasan Pasar Rebo, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (25/6).

Menurut Bang Sandi, selama ini PKL kerap dipojokkan PKL sebagai penyebab kemacetan dan semrawutnya kawasan suatu daerah. Hal itu disebabkan, karena tak dilakukannya penataan terhadap para pedagang yang seharusnya menjadi tugas pemprov DKI melalui Dinas KUMK.

"Pemprov DKI harus segera mengambil tindakan dengan melakukan penataan terhadap para pedagang kaki-5. Karena dari situ, bisa memperbaiki kawasan tersebut. Para pedagang ini merupakan tulang punggung perekonomian kita. Apabila ditata dengan baik, maka dari situ, bisa menekan angka pengangguran,” katanya,

Dengan melakukan penataan dengan menyiapkan lahan bagi pedagang, kata Bang Sandi, para pedagang itu pun tak akan kembali ke pinggir jalan. Terlebih, memberikan pelatihan bagi para pedagang dinilai akan membuat mereka menjadi lebih baik.

“Banyak contohnya, yang awalnya tukang ayam goreng biasa, kini sudah banyak yang memakai label,” katanya.

Dikatakan Sandi, berkaca dari pengalamannya sebagai pengusaha, selama beberapa tahun ini, PKL mau diajak bicara dan sangat mau diberikan pemberdayaan. Sehingga dari situ pastilah penataan pedagang bisa segera dilakukan. (Sri)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.