Booking.com
Breaking News
recent

Habiburokhman: Ahok Ragu Maju Independen Karena Claim 1 Juta KTP Bermasalah

BeritaIndependent.Com |  Ketua Bidang Advokasi DPP Gerindra, Habiburokhman menyatakan petahana Basuki Purnama alias Ahok saat ini ragu dengan claim perolehan 1 juta KTP yang digarap Temen Ahok. Karenanya, sekarang Ahok balik kanan mati-matian akan maju lewat jalur parpol.

"Logikanya kalau data (KTP) tersebut benar, mengapa mereka keberatan dengan metode sensus? Metode sensus yang diatur UU Pilkada tentu jauh lebih akurat daripada metode verifikasi survei alias acak yang ditawarkan oleh Teman Ahok," kata Habiburokhman, hari ini.

Jalur parpol yang kini tengah diupayakan Tim Ahok mendorong keyakinan Habiburokhman bahwa pengumpulan KTP benar2 bermasalah pasca pengungkapan kasus proses pengumpulan KTP oleh mantan Temen Ahok.

"Saya khawatir jangan-jangan Ahok lebih tidak yakin dengan klaim KTP 1 juta tersebut daripada saya," ucapnya. Indikasi Ahok tidak percaya akan klaim 1 juta KTP adalah ia masih terlihat sangat berharap didukung oleh parpol.

Sementara itu, setelah mantan Teman Ahok membongkar aib Teman Ahok, kini sejumlah warga juga mulai berani blak-blakan soal konspirasi jahat aksi pengumpulan sejuta KTP buat untuk mengusung Ahok pada Pilkada DKI 2017.

Prilaku curang Teman Ahok yang teranyar, yakni salah satu pengurus DPD II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jakarta Timur yang bernama Syamsuddin mendapatkan pesan singkat yang ‘nyasar’ dari Teman Ahok.

“Terimakasih Ibu Nelly Meida Pasaribu, KTP Anda sdh kami terima & kami jaga. Ayo ajak yg lain kumpulkan KTP utk usung Ahok-Heru Independen. Info: temanahok.com,” tulisan pesan itu.

Syamsuddin yang juga warga Duren Sawit itu merasa heran dan aneh mendapatkan SMS Teman Ahok itu. Ia pun membalas short messager service (SMS) itu.

"Hahaha mata lu picek, mang sjak (kapan-red) nama gw jadi Nelly Meida Pasaribu,,,,,? Ketayan loh gak bisa kerja bajak nama dan nomer hp orang," balas Syamsuddin yang juga ketua RT ini.

Saat dihubungi, Syamsuddin mengaku pesan itu kemarin, Senin (23/06/2016) sekitar pukul 15:08 WIB kemarin.

Ia merasa ada yang ganjil dari SMS itu, bisa saja pesan singkat itu sebagai rentetan kecurangan dan kebohongan Teman Ahok.

"Parah banget tuh masa nama gw ganti. Itu nya lagi, Saya kan tak pernah kasih KTP sama siapa-siapa untuk mendukung salah satu kandidat Gubernur, apalagi pada Teman Ahok. Jangan-jangan ini bentuk kebohongan mereka mulai terungkap seperti yang sudah ramai di media, ada bekas (Teman) Ahok bilang semua bohong," jelasnya.

Kecurangan lainnya terjadi pada seorang warga Cengkareng, Jakarta Barat, Dani (24) mengatakan, seseorang tak dikenali pernah menggalang pengumpulan KTP di wilayahnya dengan alasan tak jelas.

Dani pun terpengaruh mengumpulkan KTP, lantaran orang tak dikenal tersebut bertutur kata baik.‎

"Alasannya saat itu untuk registrasi. Tapi enggak dijelaskan registrasi apa," kata Dani di Jakarta, Jumat (27/6/2016).

Dani baru mengetahui pengumpulan KTP itu untuk mendukung Ahok, setelah mendapatkan SMS di ponselnya yang berisi ucapan terima kasih karena telah memberikan KTP untuk Ahok.

"Malamnya saya dapat SMS terima kasih mendukung Ahok. Lah dukung dari mana, ternyata orang yang menggalang pengumpulan KTP itu untuk Ahok, tapi kita tidak diberitahu. Itu kan namanya modus kecurangan," ujarnya. **


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.