Breaking News
recent

Geger Modus Teman Ahok, PDIP: Ahok Jangan Mencla Mencle

BeritaIndependent.Com | Cara kerja dan sepak terjang relawan Basuki Tjahaja Purnama terus mendapat perhatian publik pasca Teman Ahok membongkar modus adanya dugaan penggandaan KTP dukungan.

Pengamat Politik Ahmad Baidhowi menilai bahwa perkembangan terkini terkait hasil 1 juta KTP dukungan yang diduga bermasalah itu merupakan cerminan para pendukung Ahok yang menggunakan cara-cara politik kotor tanpa ideologi perjuangan.

“TemanAhok ini kebanyakan anak muda yang tidak punya ideologi perjuangan. Yang ada hanya mencaci maki lawan politik di media sosial. Dan saat ini sedang menjilat partai politik,” tegas Ahmad Baidhowi.

Menurut Baidhowi, sikap yang ditunjukkan TemanAhok itu telah mengotori sikap politik anak muda.

“Indonesia pernah punya PRD digawangi anak muda yang sangat idealis dan ideologis, dan saat ini ada TemanAhok yang pragmatis, tanpa ideologis dan seperti kumpulan fans club saja,” papar Baidhowi.

Sementara ‎Wakil Ketua Bappilu PDIP DKI Gembong Warsono mensikapi geger TemenAhok sebagai musibah politik. Petinggi PDIP itu pun menantang agar Ahok tidak lagi mencla-mencle dan ‎tetap konsisten dengan keputusannya maju melalui jalur perseorangan.

"‎Semoga Ahok tetap istiqomah di jalur perseorangan. Begitu juga partai politik, semoga tetap istiqomah di jalur kepartaiannya. Alias tidak lompat-lompat," katanya di Gedung DPRD DKI, Jakarta, Rabu (22/6).

Gembong kembali menegaskan, bahwa partainya tidak mungkin mengusung calon dari jalur perseorangan.

Sebab, menurutnya, sebagaimana diatur dalam Undang-undang, salah satu tugas dan fungsi partai adalah melahirkan kader-kadernya menjadi pemimpin terbaik dengan ideologi yang jelas.

Selain itu, Gembong juga menyinggung perihal kabar bahwa aktivitas Teman Ahok selama ini berkat kucuran dana Rp 30 Miliar dari pengembang Reklamasi sebagaimana dilontarkan politisi Senayan asal PDI-P, Junimart Girsang.

"Terbukti kan, kalau itu (aliran dana) betul ada. Kabar itu dari siapa?. Bekas Teman Ahok sendiri kan!. Jadi pak Junimart bukan fitnah," tegas Gembong.

‎"Apakah benar atau tidak, itu bukan wewenang saya. Tapi, yang saya yakini adalah tidak ada ngopi-ngopi gratis. Mana ada sih di Jakarta ngopi gratis,‎" imbuhnya.


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.