Booking.com
Breaking News
recent

Daging Sapi dan Celeng Oplosan Beredar di Bandung

BeritaIndependent.Com |  Melonjaknya harga daging sapi mendorong sindikat penjual daging meracik jenis celeng agar seperti daging sapi. Karena itu, dihimbau masyarakat agar waspada saat hendak membeli daging Sapi, jangan sampai terbuai harga murah, bisa jadi tertipu dengan daging celeng yang sudah dioplos dengan daging Sapi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bandung, Jawa Barat (Jabar), Ajun Komisaris Polisi Niko Nurullah Adi Putra mengatakan pihaknya telah menangkap tersangka DA dan AK pemilik kios daging di Pasar Sayati Kecamatan Margahayu Kabupaten Bandung yang mencampurkan daging celeng dengan daging Sapi.

Modus mereka, 50 % daging celeng dioplos dengan 50% daging Sapi sehingga masyarakat sulit membedakannya. Awalnya, DA dan AK ingin meraup untung besar dengan melakukan perbuatan ini.

“Keduanya mendapatkan daging celeng seharga Rp34.000 per Kg selanjutnya dicampur dengan daging Sapi, kemudian dijual lagi seharga Rp80.000 per Kg kepada konsumen. Saya katakan ini sindikat, karena mereka bekerja secara berkelompok serta punya peran masing-masing. Kalau dari pengakuan kedua pelaku ini, daging celeng itu dikirim dari Jakarta. Saat ini kami juga sedang melakukan pengembangan ke Jakarta,” kata AKP Niko Nurullah Adi Putra SH, SIK, MH, dalam rilisnya.

Dari DA dan AK, Sat Reskrim mengamankan empat karung diduga daging celeng dengan berat masing-masing karung sekitar lebih dari 50 Kg yang belum dicampur dengan daging Sapi dan tiga HP.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh instansi terkait, baik itu di Kabupaten Bandung, Jabar, dan BP POM, daging tersebut positif celeng. Tentu saja ini sangat memprihatinkan. Masyarakat yang akan membeli daging Sapi bisa lebih waspada. Jika menemukan hal yang mecurigakan langsung laporkan pada kami,” imbau  Niko

Dia menjelaskan dalam aksinya DA dan AK mengelabui konsumennya dengan mengatakan daging yang djualnya adalah Sapi impor dan juga daging dari sapi peranakan Kupang sehingga warna dan tekstur sedikit berbeda dengan daging Sapi pada umumnya.

DA dan AK tertangkap berkat pengaduan masyarakat yang merasa janggal dengan daging Sapi yang dibelinya. Lalu si pembeli melapor ke Polres Bandung.

“Kami melakukan penyelidikan dan setelah dilakukan pengujian itu positif daging celeng, kami lakukan penangkapan,” katanya

DA dan AK telah beraksi selama tiga bulan terakhir. Dari pengakuannya, mereka telah meraup keuntungan rata-rata Rp1.500.000 dari setiap kali mendapatkan kiriman daging celeng.

Akibat perilakunya, kedua pelaku terancam hukuman lima tahun penjara. Mereka melanggar Pasal 62 ayat (1) Jo Pasal 7 dan 8 (1 ) hurup a, Undang-Undang No 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan/ atau Pasal 136 burup b jo Pasal 75 ayat (1) Undang-undang No 18 tahun 2012 Tentang Pangan dan/atau Pasal 31 ayat (1) Undang-undang No 16 tahun 1992 tentang Karantina hewan, ikan dan tumbuhan.

(Humas Polres Bandung/rel)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...