Booking.com
Breaking News
recent

Bupati Manokwari: Setelah Kenal Miras, Anak-anak Mencoba Narkoba dan Seks Bebas

BeritaIndependent.Com | Bupati Manokwari Provinsi Papua Barat Demas Paulus Mandacan tak menghendaki Kementerian Dalam Negeri mencabut Peraturan Daerah Minuman Keras di daerah tersebut.

"Saya tidak setuju dengan rencana Kemendagri untuk mencabut Perda Minuman Keras, karena kalau perda itu dicabut Manokwari akan tidak aman," kata Bupati Demas, di Manokwari, Minggu (12/6/2016).

Menurut dia, melalui Perda Minuman Keras justru peredaran minuman beralkohol di daerah itu bisa dikendalikan. Pencabutan perda itu, menurutnya, akan berdampak buruk terhadap kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat setempat.

Jika minuman keras terjual bebas, kata dia pula, anak-anak terancam karena bisa mudah memperolehnya. Selain itu, minuman keras bisa memicu kejahatan dan meningkatkan kasus kecelakaan lalu lintas.

"Setelah kenal minuman keras, anak-anak akan mencoba narkoba dan seks bebas. Kalau itu yang terjadi generasi Manokwari bisa hancur," ujarnya.

Demas berharap Kemendagri melakukan kajian terhadap daerah-daerah di wilayah timur. Dia juga berharap rencana penghapusan perda itu dikoordinasikan dengan pemerintah daerah.

Bupati Manokwari itu mengakui, selama ini kasus minuman keras masih ditemukan di Manokwari. Namun menurutnya, kondisi itu sudah jauh lebih baik sebelum Manokwari memiliki Perda Minuman Keras.

Demas berencana menemui Mendagri untuk mempertanyakan rencana pencabutan perda tersebut.

"Saya akan perjuangkan agar Perda Minuman Keras di Manokwari tetap ada. Saya tak mau peredaran minuman keras secara bebas karena akan mengganggu pembangunan," kata dia lagi. (sumber: rimaNews)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...