Booking.com
Breaking News
recent

BPK Siap Beberkan Fakta Pembelian Lahan RS Sumber Waras Berindikasi Menyimpang

BeritaIndependent.Com | Institusi pemerintah Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kembali menegaskan, telah bekerja profesional dalam audit pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Dalam auditnya, BPK menemukan adanya indikasi penyimpangan dalam pembelian lahan rumah sakit tersebut.

“BPK yakin, terhadap apa yang dihasilkan (auditnya) yang sifatnya final. Kami profesional berstandar bukti dan kriteria. Dan sudah menjadi kewajiban konstitusi, agar kami beberkan hasil yang optimal," tegas Kabiro Humas BPK, Yudi Ramdan dalam wawancara dengan tvOne, pada Rabu (15/6).

Penegasan itu disampaikan guna merespons pernyataan Ketua  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menyatakan tidak menemukan adanya indikasi kerugian negara dalam kasus pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras tersebut.

BPK menegaskan, tetap yakin pada temuan mereka, ada penyimpangan dalam pembelian lahan rumah sakit tersebut. Menurut Yudi, BPK telah secara profesional memenuhi permintaan KPK, untuk mengaudit pembelian lahan rumah sakit tersebut. Sebagaimana diketahui, audit BPK itu dilakukan pada pertengahan tahun lalu dan hasilnya diserahkan pada Desember tahun lalu.

"Laporan sudah berdasarkan kriteria, fakta dan standar bukti. Proses selanjutnya ada di KPK, sebagai lembaga penegak hukum," katanya.

Atas perbedaan temuan dalam kasus Sumber Waras tersebut, publik mendorong agar kedua lembaga bertemu dan membedah kasus tersebut. Terkait dengan dorongan itu, Yudi mengatakan, BPK siap untuk duduk dan bertemu bersama KPK.

"Kami sebagai lembaga negara, akan penuhi permintaan lembaga perwakilan (untuk bertemu KPK di Panja)" tandas Yudi.*(R)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...