Booking.com
Breaking News
recent

AJI: Ahok Tidak Perlu Alergi Terhadap Kritik Pers

BeritaIndependent.Com | Sikap kasar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang membentak dan mengusir salah satu wartawan yang meliput di Balai Kota memunculkan perlawanan.

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menentang sikap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang melarang seorang jurnalis media online masuk ke ‎kantornya untuk melakukan tugasnya. AJI Jakarta meminta Ahok tidak perlu alergi terhadap kritik dari pers.

Koordinator Divisi Advokasi AJI Jakarta Erick Tanjung mengatakan jurnalis berhak mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benar. Jurnalis, dia mengatakan juga berhak mengawasi, mengkritik, dan mengoreksi terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum.

"Pasal 3 UU Pers menyatakan pers mempunyai fungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan, dan kontrol sosial. Pers dan jurnalis berhak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi," kata Erick di Jakarta, Sabtu (18/6).

AJI, kata dia, juga menegaskan bahwa jurnalis dilindungi oleh UU Pers saat menjalankan kegiatan jurnalistik mulai dari mencari sampai sampai pemuatan atau penyiaran berita. Di saat yang bersamaan, juga mengkritik jurnalis yang tidak profesional bekerja. AJI mengingatkan jurnalis untuk bekerja dengan berpegang teguh pada kode etik jurnalistik.

"Tetapi, berkaitan dengan sikap Ahok tersebut AJI Jakarta pun menyatakan menentang sikap Ahok yang mengusir jurnalis yang liputan di Balai Kota. Tindakan Ahok mengusir jurnalis menunjukkan dia tidak profesional menghadapi jurnalis," ujar Erick seperti dikutip Republika.

Bila Ahok keberatan terhadap suatu berita, lanjut dia, Gubernur DKI Jakarta itu berhak ajukan hak jawab dan hak koreksi ke media yang memuat berita tersebut. Media pun, kata dia, wajib memuat hak jawab dan koreksi.

“Jika Ahok merasa tetap tidak puas dengan hak jawab dan hak koreksi yang telah dimuat silakan media tersebut ajukan ke Dewan Pers. Biarkan Dewan Pers yang menilai apakah media tersebut melanggar kode etik jurnalistik atau tidak," katanya.

Wartawan Senior Mengecam

Menyikapi sikap arogan Ahok, wartawan senior Edy A Effendi menegaskan bahwa Ahok tidak hanya tak menghargai wartawan, tetapi tidak mengganggap wartawan sebagai manusia. “Ahok bukan hanya gak anggap jurnalis. Gak anggap kalian sebagai manusia,” tulis Edy di akun Twitter @eae18 menanggapi tulisan bertajuk “Wartawan Balai Kota Anggap Ahok Tak Pernah Hargai Jurnalis”.

Edy mengecam keras tindakan Ahok yang memaki-maki wartawan hanya karena pernyataan yang diajukan kurang berkenan bagi Ahok. “Wartawan dituding–tuding dan dibentak-bentak @basuki_btp gak ada yang lawan. Kalau saya dibentak-bentak Ahok, saya ajak gelut. Inı marwah!” tegas ‏@eae18.

Tak hanya itu, Edy menilai tindakan Ahok ke wartawan sudah keterlaluan. “Bu @sylvianamurni sebagai Deputy Gubernur, apa gak malu punya atasan @basuki_btp yang amat kasar. Penghinaan ke wartawan sudah keterlaluan,” tegas @eae18. (Umi/ROL/R)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...