Booking.com
Breaking News
recent

Ahok Usir Wartawan, Yusril: Bila Melanggar UU Pers No. 40 Tahun 1999 tentang Pers Bisa Dibui

BeritaIndependent.Com | Pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra mengingatkan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok agar tidak menghina dan melecehkan profesi wartawan.

“Kalau Pak Ahok tidak mau menjawab atau tidak suka dengan pertanyaan wartawan lebih baik katakan tidak mau menjawab. Jangan profesi wartawan yang terhormat itu dihinakan dan dilecehkan,” kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Jumat (17/6).

Peringatan Yusril ini disampaikan menanggapi kemarahan dan pengusiran wartawan dari Balai Kota oleh Ahok. Lebih lanjut Yusril menyayangkan sikap Ahok yang  memperlakukan wartawan  secara tidak patut di muka umum. 

Menurut Yusril sebagai pejabat publik, Ahok tidak perlu bersikap kasar kepada wartawan.

“Ya saya sangat menyayangkan sikap Pak Ahok yang begitu marah dan kemudian mengusir wartawan dari Balaikota,” ujar dia.

Yusril menegaskan seharusnya Ahok  menghormati profesi  wartawan.  Terlebih wartawan  bekerja atas tugas media masing-masing guna memberikan informasi kepada publik. Selain itu, Wartawan juga bekerja di bawah perlindungan undang-undang yaitu Undang-Undang No. 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Seperti termaktub dalam UU Pers No. 40 Tahun 1999 tentang pers berbunyi," barangsiapa menutup-nutupi atau menghalangi memberi keterangan pada Pers/ wartawan dapat dituntut dengan aturan hukuman maksimal 2 tahun penjara atau denda Rp. 500.000.000," *(

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...