Booking.com
Breaking News
recent

Ahok Tantang Balik: Kalau Tidak Suka, Cari Calon yang Lebih Baik dari Saya

BeritaIndependent.Com | Maraknya "Gerakan Asal Bukan Ahok" di media sosial dan ruang publik ditanggapi dingin oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.  Namun ketika kepentingan gerakan itu dimanfaatkan oleh anggota dewan Ahok tampak kesal.

“Aduh, itu mereka mengerti undang-undang enggak sih, lu, kenapa nyuruh gua mundur takut amat, sih sama gua,” kata Ahok usai meresmikan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Taman Kebon Bibit Harapan Mulia, Kelurahan Harapan Mulia, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, hari ini.

Dengan tegas Ahok pun meminta agar anggota dewan tersebut menunggu sampai masa jabatan gubernur selesai hingga 2017. Bukan ngompori warga untuk membuat gerakan-gerakan yang justru merugikan semua pihak.

"Bila memang tidak suka jangan dukung, sebaiknya cari calon lain yang lebih baik dari saya," kata Ahok dengan nada tinggi.

Nada kesal Ahok ini menanggapi pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi  Gerindra, Ahmad Riza Patria, yang menyatakan bahwa calon gubernur petahana harus mundur ketika ingin kembali bertarung dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ahok meminta agar Anggota Dewan itu membaca pasal 68 Peraturan KPU (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015, dimana disebutkan calon yang telah ditetapkan dan berstatus sebagai anggota DPR, DPD, DPRD, TNI/Polri, dan PNS wajib menyampaikan keputusan pejabat yang berwenang tentang pemberhentian jabatannya. Dalam aturan itu, petahana tidak diwajibkan mengundurkan diri jika ingin maju pada Pilkada.

“Yang bener itu, tunggu aku selesaikan kerja dulu sampai Oktober 2017. Jadi kalau enggak mau saya lagi sampai oktober 2017, ya, calonin lagi calon yang lebih pintar jual program bukan cuma asal bukan Ahok, kasihan lu kalau asal bukan Ahok,” imbuhnya. (udin Labo)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.