Booking.com
Breaking News
recent

Terjadi di Era Jokowi, Gula Pasir Tembus Rp. 17 Ribu/Kg

BeritaIndependent.Com | Ini hanya terjadi di era rezim Jokowi, harga gula pasir eceran melonjak tinggi di sejumlah pasar tradisional. Bahkan, saat ini harga gula pasir mencapai Rp 16 - 17 ribu per kilogramnya. Harga ini tertinggi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.

"Ya sejak saya berjualan tahun 1990, yang paling mahal sekarang ini, mencapai Rp16 ribu. Kalau sebelum-sebelumnya mentok hanya Rp 12 ribu," ujar Umi Mahmudah, pedagang sembako di Pasar Tanjung Anyar Kota Mojokerto, kemarin.

Umi mengaku tak tahu persis penyebab meroketnya harga gula pasir. Namun, saat ini para pedagang juga tengah kesulitan untuk mendapatkan gula dari para distributor.

"Sulit sekarang mendapatkan gula, karena pasokannya berkurang. Biasanya distributor takut sewaktu-waktu harga turun sehingga barang menjadi langka," ungkapnya.

Melonjaknya harga gula jelang bulan Ramadan ini, membuat omzet penjualan gula turun drastis. Biasanya, pada mendekati bulan puasa, omzet penjualan gula pasir mencapai 10 ton per pekan.

"Tapi sekarang 2 ton saja tidak habis. Karena kalau bulan puasa itu kan banyak pesanan buat parsel, tapi karena harga gula mahal, belum ada yang pesan. Jadi pendapatan juga menurun," ungkapnya.

Sementara itu, selain harga gula pasir, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Dari harga semula Rp 23 ribu perliter, sekarang menjadi Rp 26 ribu. Umi mempredikai kenaikan harga ini masih akan berlangsung hingga memasuki bulan puasa nanti.

"Mungkin pertengahan puasa turun. Sekarang juga sudah ada gula impor yang masuk ke pasaran. Harganya lebih murah," tandasnya.

Editor: Dea Ananta
Sumber: OkeZone

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...