Booking.com
Breaking News
recent

Takut Rumahnya Tenggelam, Ahok Pastikan Reklamasi Teluk Jakarta Tetap Lanjut

BeritaIndependent.Com |  Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok  terus mendorong proyek reklamasi pantai di ujung utara Jakarta. Meskipun Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) memenangkan gugatan nelayan terhadap reklamasi Pulau G, pembangunan tetap berlanjut.

“Reklamasi Teluk Jakarta tetap jalan. Memangnya kenapa, di seluruh dunia mana pun, juga ada reklamasi,” tegas Ahok, pada Selasa (31/5).

Ia menilai, jika hal tersebut tidak dilaksanakan, maka wilayah Jakarta Utara  akan tenggelam.

Sebelumnya, Ahok pun pernah mengatakan, “Kalau kamu 10 tahun nggak mau terusin reklamasi, Jakarta akan tenggelam. Sudah dibikin filmnya sama orang Belanda,  10 tahun akan tenggelam termasuk rumah saya di Pantai Mutiara, Jakarta Utara,” ujarnya.

Kata Ahok, tak sebatas kawasan Utara Jakarta saja yang akan tenggelam, Monas yang berada di Jakarta Pusat pun menurut Ahok terancam terkena dampaknya.

“40% bisa sampai Monas. Karena kan global warming,” kata Ahok.

Menurutnya, tak hanya Jakarta, sejumlah kota lainnya di dunia akan mendapatkan dampak yang sama. Es yang mencair di kutub utara dan selatan  sebagai penyebab kota-kota yang berada di kawasan delta atau endapan di muara sungai yang terletak di lautan terbuka akan tenggelam.

“Bagaimana cara mengatasinya? Salah satunya adalah membangun tanggul laut dan reklamasi,” katanya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini mengklim, selama ini tidak ada pihak yang menentang reklamasi Teluk Jakarta. Persoalan yang dipermasalahkan adalah teknik atau cara yang dilakukan oleh pengembang dalam mereklamasi.

Pengembang, lanjut Ahok, banyak tidak melihat aspek lingkungan. “Sekarang kalau enggak mau reklamasi, Jakarta tambah padat. Seluruh dunia juga ada reklamasi kok, Dubai juga reklamasi,” tandasnya.

Hari ini majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Selasa (31/5) mengabulkan gugatan nelayan atas Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Reklamasi Pulau G di Teluk Jakarta kepada PT Muara Wisesa Samudra.

Putusan itu dibacakan hakim ketua Adhi Budhi Sulistyo yang memerintahkan agar tergugat menunda pelaksanaan keputusan Gubernur DKI sampai berkekuatan hukum tetap.

“Memerintahkan tergugat untuk menunda pelaksanaan keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 kepada PT Muara Wisesa Samudra (MWS) tertanggal 23 Desember 2014 sampai putusan ini berkekuatan hukum tetap,” ujar Adhi.

Dalam pokok perkara, hakim mengabulkan gugatan para penggugat. Hakim menyatakan batal atau tidak sah keputusan gubernur tersebut.

“Mewajibkan tergugat untuk mencabut keputusan Gubernur DKI Nomor 2.238 Tahun 2014 tentang pemberian izin pelaksanaan reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra,” ujar Adhi.

Hakim juga membebankan biaya perkara Rp315.000 kepada tergugat dan tergugat intervensi, yakni PT Muara Wisesa Samudra.

(R/pk/Udin Labo)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...