Booking.com
Breaking News
recent

Soal Ahok, Margarito: Cermati Pertemuan Jokowi dan Pimpinan KPK di Korea

BeritaIndependent.Com | Pengamat Hukum Tata Negara, Margarito Kamis meyakini bahwa pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras yang dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta terindikasi korupsi.

"Gila kalau di kasus Sumber Waras itu enggak ada korupsi. Terlalu gampang kalau mau melihat ada tindak korupsinya," kata Margarito di Jakarta.

Hal itu kata Margarito, terlihat dari banyaknya kejanggalan dalam proses pembelian lahan Sumber Waras.

Margarito mengatakan, seharusnya KPK sudah bisa menaikkan proses hukum kasus Sumber Waras ke tahap penyidikan.

"Tidak ada aturan hukum yang bisa membenarkan bahwa Ahok telah melalui prosedur yang tepat," katanya menambahkan.

Ia mengungkapkan, suatu saat KPK akan menetapkan seorang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembelian lahan Sumber Waras pasti terungkap.

Kecuali bila ada intervensi yang dilakukan oleh pihak yang memiliki kekuasaan. "Nah jalan luar biasa itu yang kita cermati ada pertemuan sengaja maupun tidak dua pimpinan KPK dengan Presiden Jokowi di Korea itu," ujarnya.

Sementara itu, nama Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama masuk ke dalam jajaran calon Gubernur DKI Jakarta dalam Pilkada 2017 menurut survei internal PDI Perjuangan.

Meski demikian, Sekretaris Jenderal PDI-P Hasto Kristianto tidak mau mengungkapkan secara detail, di urutan ke berapa nama Basuki berada.

"Survei tidak etis jika kami ungkapkan ke luar. Karena kami harus menghormati 34 bakal calon yang sudah mendaftar," ujar Hasto saat ditemui di GOR Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (21/5/2016).

Selain Ahok, nama lain yang dipilih responden PDI-P, yakni Djarot Saiful Hidayat. Hasto menegaskan, meski nama Ahok masuk ke dalam survei, bukan berarti PDI-P bakal mengusungnya dalam Pilkada DKI. Sebab, survei bukanlah alat pengambilan keputusan.

"Pengalaman PDI-P, survei itu hanya potret, hanya gambaran untuk menyusun langkah-langkah strategis partai," ujar Hasto.

Saat ini, penjaringan bakal calon gubernur DKI oleh PDI-P masih berjalan. Hasto mengatakan, masih banyak waktu untuk menyeleksi mereka. (Uni/Jitunews)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.