Booking.com
Breaking News
recent

Peduli Rakyat Miskin, Ahok Gelontorkan Rp32 miliar Untuk Pelajar Tak Mampu

BeritaIndependent.Com | Pemprov DKI Jakarta mengalokasikan anggaran Rp32 miliar untuk membiayai warga miskin yang diterima di perguruan tinggi negeri (PTN) di Indonesia.

“Saya yakin anggaran untuk mahasiswa berprestasi ini tahun depan makin besar sehingga banyak pelajar pemegang KJP bisa jadi sarjana,” kata Sekda DKI Jakarta Saefullah, Minggu (22/5).

Duit puluhan miliar rupiah ini, lanjutnya, bukan uang milik kepala daerah ataupun anggota dewan, tetapi uang negara.

“Uang ini bukan berasal dari kantong Gubernur, Wakil Gubernur, DPRD DKI, apalagi Sekda. Bukan. Uang ini berasal dari rakyat yang dikumpulkan dari 15 jenis pajak. Sebagian kami sisihkan untuk membiayai pendidikan anak-anak Jakarta yang cerdas tapi terbatas ekonominya,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Pemprov DKI dibawah pimpinan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama akan membiayai kuliah kepada tiap mahasiswa miskin, berkisar Rp 1,5 juta/bulan atau Rp 18 juta/tahun. Namun hingga kini belum jelas apakah uang tersebut sudah termasuk biaya hidup meliputi makan, minum, dan kos, atau baru sebatas biaya pendidikan.

Menurut data BPS, Warga DKI Jakarta yang hidup miskin sekitar 3,7 persen, namun mencapai 50 persen dari jumlah total sekitar 12 juta jiwa. Itu kalau kita menggunakan standar dari Bank Dunia dengan penghasilan per hari 2 dolar AS atau sekitar Rp 750 ribu/bulan.

Kalau menggunakan data Biro Pusat Statistik (BPS), warga DKI Jakarta yang miskin cuma sekitar 3,7 persen atau sekitar 300 ribu orang. 

Kebutuhan hidup layak warga sebesar Rp 2,4 juta per bulan, untuk lajang. “Kalau dia punya istri dan beberapa anak, tentu KHL-nya naik lagi. Namun untuk mencari tambahannya belum tentu dapat. Untuk kami bantu melalui berbagai program sosial, seperti rusunawa murah-meriah, Kartu Jakarta Sehat untuk pengobatan gratis, Kartu Jakarta Pintar untuk tambahan biaya anak sekolah, dan lainnya,” katanya (rel)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.