Booking.com
Breaking News
recent

Parah, Miras Golongan A Beredar Luas di Pemukiman Penduduk Kota Batam

Pajangan Miras di Bandara Hang Nadim Batam memprihatinkan.
BeritaIndependent.Com | Kepulauan Riau, utamanya kota Batam nyaris dikepung oleh Minuman keras (miras) golongan A. Seolah tak berdaya Miras yang mengandung alkohol berbagai jenis itu beredar di beberapa kios dan kaki lima di Kecamatan Sagulung dan Barelang.

Selama sepekan Berita Independent memantau dibeberapa tempat tampak terlihat di beberapa kios memajang bahkan menjual dengan leluasa dan bebas. Bahkan sepanjang ruas jalan menuju kawasan Wisata jembatan Barelang miras juga dapat dijumpai diwarung-warung kecil milik warga.

Minuman keras jenis Red Label, Jakc Daniel Dll tampak dengan nyaman dipajang diwarung warga. Sementara minuman seperti Topi Miring, New Port, Columbus, Mansion House, Anggur merah dan vodka, dijual bebas secara terbuka.

Seorang warga di perumahan Tembesi menyebutkan, penjualan miras di tempat tersebut sudah berlangsung sejak lama. Bahkan beberapa jenis miras juga beredar hingga ke warung-warung di kawasan pemukiman atau perumahan.

"Mudahnya miras dijual di masyarakat, bisa menjadi pemicu keresahan. Seharusnya aparat terkait dapat menertibkannya, karena jelas-jelas tidak sesuai dengan ketentuan," ujarnya, seperti dikutip Tribun.

Menurutnya, jika mengacu pada Peraturan Daerah Kota Batam Nomor 19 tahun 2001 tentang pengaturan, pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol, penjualan minuman beralkohol ini hanya dapat dilakukan di tempat-tempat tertentu.

Seperti hotel, restoran, pub, diskotik, life music, karaoke dan klub malam. Tempat tertentu lainnya ditetapkan berdasarkan ketetapan Walikota.

Minuman beralkohol mulai dari golongan A, B dan C dilarang dijual, diecer ataupun diminum di warung dan kios, gelanggang olahraga, gelanggang remaja, kantin, rumah billiard, panti pijat, kaki lima, penginapan dan wisma.

Selain itu, minuman beralkohol juga dilarang dijual dan diecer di tempat yang berdekatan dengan tempat ibadah, sekolah, rumah sakit dan kawasan pemukiman.

"Jika mengacu pada peraturan tersebut, jelas bahwa penjualan miras di kios-kios dan kaki lima dilarang," imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Camat Sagulung, Abidun Pasaribu mengatakan pihaknya tidak pernah mengeluarkan izin. Penjualan miras tersebut dilakukan para pedagang tanpa sepengetahuan dari pihak kecamatan. "Tidak ada sama sekali izin yang kami keluarkan untuk minol ini," jelasnya.

Maraknya peredaran Miras di kota Batam itu kini makin mencolok. Para turis domestik pun dibuat risi dengan "sambutan" miras kelas A di Bandara Hang Nadim Batam. Beberapa outlet dengan ukuran besar yang memajang aneka jenis miras menjadi pemandangan yang kurang elok untuk dipertontonkan para turis yang sebagaian anak-anak dan remaja tunas bangsa. (nurdin)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...