Booking.com
Breaking News
recent

Kivlan Zen: Komunis Menggeliat Karena Kondisi Indonesia Tak Stabil

BeritaIndependent.Com | Mantan Kepala Staf Kostrad Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen mengatakan, saat ini ada pihak-pihak yang mau membangkitkan komunis di Indonesia. Apalagi saat ini kondisi Indonesia tak stabil. Oleh karena itu masyarakat Indonesia harus mewaspadainya.

"Indonesia mau maju, komunis mau menikam lagi, sifat mereka memang seperti itu," katanya, hari ini.

Menurut Kivlan, sekarang ini ajaran  komunis sudah masuk ke mana-mana. Hal itu dilakukan karena PKI ingin balas dendam. Ia berharap agar umat Islam baik dari NU, Muhammadiyah, gereja bersatu bergabung menjadi  satu menghadapi PKI.

"Namun TNI dalam posisi siap menghadapi bangkitnya PKI. Jangan sampai PKI bisa balas dendam kembali," imbuhnya.

Menguatnya polemik peristiwa 1965, Partai Komunis Indonesia (PKI) dan faham komunisme justru menimbulkan perpecahan di kabinet. Seharusnya, isu PKI jangan sampai memecah belah bangsa.

Koordinator Ganyang PKI, Alfian Tanjung menegaskan, pemerintah harusnya tegas soal komunisme, karena sampai saat ini masih dilarang oleh negara berdasarkan undang-undang.

"Siapa pun yang menyebarkan ajaran komunisme akan mendapatkan ancaman hukuman penjara. Maka dari itu tindakan penyebaran ajaran komunisme akan langsung ditindak oleh kepolisian," kata Alfian Tanjung  usai mendeklarasikan diri sebagai "Negarawan Muda Anti Komunis" di Jakarta, Senin (23/5/2016)

Menurutnya, pemerintah Indonesia bisa meniru Malaysia untuk menyelesaikan faham komunis yang saat ini sedang berkembang.

Di Malaysia, mantan anggota Partai Komunis Malaysia (PKM) dirangkul sehingga tetap bisa duduk di parlemen dan pemerintah.

"Tapi harus meninggalkan semua atribut komunisnya. Sehingga tidak ada lagi bicara komunis di Malaysia," kata Alfian.

Menurut Alfian, langkah yang dilakukan Malaysia membuat mantan anggota komunis meminta maaf atas pebuatan salahnya. Aksi yang dilakukan Malaysia juga membuat mantan anggota komunis untuk enggan mendirikan dan membangkitkan kembali faham komunisme. (Safari/Hater/Uni)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.
loading...
loading...