Booking.com
Breaking News
recent

Jelang Ramadhan Musadeq Ngaku Nabi Lagi, Polri Sebut Gafatar Ingin Berbuat Makar

BeritaIndependent.Com | Masih ingat dengan Ahmad Musadeq? Lelaki yang mengaku nabi dan sempat tinggal di kaki Gunung Salak, Kampung Cimudal, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor itu lagi-lagi membuat heboh.

Ahmad Musadeq kemarin ditangkap Bareskrim Mabes Polri lantaran kembali mengaku nabi dan terseret aliran Gafatar.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Bri­gjen Agus Andrianto mengatakan, Ahmad Musadeq ditangkap bersama dua pimpinan Gafatar, yakni Andri Cahaya serta Abdul Muis Tumanurung. Ketiganya dijerat pidana pasal penistaan agama dan makar.

"Ketiganya melanggar Pasal 156 a dan untuk Andri serta Muis Tumanurung jo Pasal 110 ayat 1 jo 107 ayat 1 dan 2 KUHP tentang Pemufakatan Jahat untuk Lakukan Makar, peran Ahmad Musadek jo Pasal 55 KUHP, ikut membantu," ujar Agus.

Polisi memiliki bukti kuat untuk menjerat ketiganya. Barang bukti itu berupa buku teologi Abraham, lalu "Kewajiban Menghormati Hari Ketujuh", kesaksian MUI dan dari Dewan Gereja.

"Mereka menyatukan kitab-kitab, yakni Alquran, Injil, sama Yahudi. Itu disatukan, dicampur campur. Kemudian ada brosur selebaran tentang kegiatan organisasi mereka," ujar Agus.

Menurut Agus, Musadeq juga memiliki posisi tinggi di Gafatar. "Intinya, dia merasa pengganti nabi," kata Agus.

"Dia yang membai’at (sumpah,red) orang. Syahadatnya diganti. Dia tidak hanya melakukan penistaan agama, tapi juga mendirikan negara," ungkapnya.

Sedangkan Andi Cahya merupakan presiden dari negara Gafatar. Sementara Mahful Muis Tumanurung adalah wakil presiden negara Gafatar. Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel Bareskrim Mabes Polri.

Laporan terhadap kelompok Gafatar itu dilakukan seorang ulama bernama Muhammad Tahir Mahmud pada 14 Januari 2016. Selama proses pemeriksaan, Bareskrim sendiri sudah memeriksa 52 saksi.

"Saksi saksi dari enam provinsi, yakni Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY dan Kalimantan Barat. Diperoleh informasi, dia bukan melakukan penistaan saja, tapi juga merencanakan makar (mendirikan negara baru). Jadi, kita tahan," katanya

Seperti diketahui, Gafatar sempat membuat heboh lantaran memiliki ribuan anggota di Kalimantan Barat serta membangun pemukiman. Di beberapa daerah lain mereka juga membangun basis.

"Ada brosur, selebaran tentang kegiatan organisasi mereka. Struktur organisasi kita sudah dicek juga. Sudah kita periksa dengan keterangan saksi yang ada," katanya.

Bahkan, Gafatar juga merekrut ribuan orang di beberapa provinsi. "Kami memeriksa saksi saksi di tujuh provinsi di Kalbar, Jateng dan lainnya. Termasuk saksi ahli dan buku buku teologi,"imbuhnya.

Musadeq yang dulu pernah dipidana atas kasus penistaan agama kini dijerat pasal yang sama. Dia dianggap sebagai "ulama" di Gafatar.

"Mereka menyampaikan ajaran gabungan dari Alquran, Injil dan Taurat," terangnya.

Sementara dilaporkan, beberapa waktu lalu lokasi yang dulu digunakan Musadeq sebagai tempat bertapa di kaki Gunung Salak, Kampung Cimudal, Desa Gunungsari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, kini sepi. Bangunan yang dulu menjadi buruan banyak orang karena ulah Musadeq itu ditinggalkan begitu saja. Tempat itu pun pernah menjadi lokasi persemedian Ahmad Musadeq atau biasa disapa Abdul Salam alias si Nabi Palsu.

Musadeq kala itu menggunakan sebuah vila untuk berkumpul para jamaah Al Qiyadah Al Islamiyah di Kampung Cimudal, Desa Gunungs­ari, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

Vila itu kini nampak tak terawat dan sudah dijual kepada orang lain setelah sang pemiliknya ditangkap pada 2006. Vila yang memiliki luas sekitar 4.000 meter persegi itu dulu menjadi tempat berkumpulnya Musadeq dengan para pengikutnya.

Tak hanya vila, sisa peninggalan Musadeq lainnya adalah gubuk di atas tebing terjal yang menjadi tempat persemediannya. Gubuk itu kabarnya menjadi tempat Musadeq mendapat wahyu sebagai nabi. Setelah tak lagi digunakan, gubuk dibakar dan menjadi hutan yang dipenuhi pohon pakis. Sudah tak ada aktivitas di lokasi itu.

Sebagaimana diketahui, Al Qiyadah Al Islamiah pernah ramai diperbincangkan beberapa tahun lalu saat muncul orang bernama Ahmad Musadeq yang mengaku sebagai nabi setelah Nabi Muhammad.

Musadeq saat itu merekrut banyak orang dan mengajarkan ajaran yang dianggap menyimpang, termasuk dalam tata cara beribadah. Al Qiyadah Al Islamiah dinyatakan organisasi terlarang dan akhirnya dibubarkan. Nama Musadeq kembali menjadi perhatian, menyusul organisasi Gafatar ramai diperbincangkan setelah heboh aliran Gafatar. (Met/dtk/okz/Mk/Udin)

No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.