Booking.com
Breaking News
recent

Basmi Paham Komunis, FPI Bakar Bendera Palu Arit

BeritaIndependent.Com | Ratusan massa yang tergabung dalam Front Pembela Islam (FPI) Jawa Barat, melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Sate Jalan Diponegoro Bandung, Selasa (31/5).  Mereka mendesak pemerintah, untuk mewaspadai bangkitnya kembali paham komunisme di Indonesia.

Dalam demonya, massa melakukan aksi secara bergantian dan menuntut pemerintah untuk mewaspadai paham komunis yang saat ini disinyalir mulai bangkit kembali. Bahkan mereka pun melakukan aksinya, dengan membakar bendera berlambang palu arit tersebut.

Aksi demo tersebut pun, mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian Polrestabes Bandung. Namun demikian, aksi demo pun berjalan dengan lancar dan damai.

Ketua Dewan Tanfidzi, KH Abdul Qohar NZ Al Qodsy menegaskan, saat ini masyarakat mengalami keresahan dengan munculnya kembali paham komunis di masyarakat. Sehingga hal tersebut, tentunya harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah. Dalam hal itu FPI pun siap berjuang de‎ngan harta, jiwa dan raga untuk menghadang kebangkitan PKI, yang ingin mencoba menghidupkan kembali ajaran komunisme di Indonesia.

"Kita siap bersatu dan berjuang, dengan berbagai pihak dalam mensterilkan dan membebaskan NKRI dari virus komunisme gaya baru," tegas Qohar kepada wartawan di sela aksi, Selasa (31/5/2016).

Tidak hanya itu saja, lanjutnya, FPI pun menolak upaya pencabutan TAP MPR Nomor XXV tahun 1966 tentang pembubaran PKI dan pelarangan penyebaran paham komunisme, Marxism dan Leninisme di Indonesia. Terlebih pencabutan tersebut, dikhawatirkan akan membuat paham komunis menjadi lebih leluasa.

"Kita pun mendesak, agar seluruh partai politik membersihkan kader-kadernya dari paham komunisme dan melakukan PAW terhadap kadernya yang terindikasi berhaluan komunis," katanya.

Menurutnya, pergerakan paham komunis harus diantisipasi ole pemerintah. Oleh karena itulah, pihaknya menolak rencana Presiden Jokowi membentuk komisi rekonsiliasi, guna memfasilitasi keluarga dan keturunan PKI untuk mendapatkan rehabilitas dan kompensasi dari negara.

"Kami pun menolak pemerintah meminta maaf, atas nama bangsa Indonesia kepada PKI dan memberikan rehabilitas serta kompensasi kepada keluarga komunis," katanya.

Lebih lanjut Qohar pun mengatakan, dalam hal itu masyarakat harus cermat. Sehingga pihaknya, meminta seluruh masyarakat Indonesia agar meningkatkan kewaspadaan dan mengawasi lingkungan sekitarnya dari penyusupan komunisme.

"Kami pun mendesak kepada pemerintah, untuk menyatakan komunisme merupakan kejatahan kemanusiaan dan meminta agar mengintruksikan TVRI dan media lainnya, untuk memutar kembali film G30S/PKI," katanya.

Agus Hermawan


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.