Booking.com
Breaking News
recent

Ahok: Jika Pemimpin Punya Niat Baik, Pembangunan Jakarta akan Baik

BeritaIndependent.Com | Bersatunya Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Gerindra dalam Pilkada DKI Jakarta 2017 tak membuat Basuki Tjahaja Purnama keder. Malah Ahok mempersilahkan Kedua partai besar ini untuk mengulang kembali kemenangan yang pernah dibuat dalam Pilkada 2012, dengan menjadikan Joko Widodo sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Ahok  mengakui kehebatan mesin partai dari PDI Perjuangan dan Gerindra. Karenanya, Ahok menyadari bahwa kader mereka yang menjadi motor bisa saja mengalahkannya dalam pilkada serentak tahun depan.

Terkait hal ini Ahok pun berkilah kalau dia tidak hanya mengincar kemenangan semata. Keputusan Ahok untuk tetap maju dan mendapatkan dukungan dari Teman Ahok, sudah diperhitungkannya dengan matang, termasuk walaupun jika berakhir dengan kekalahan.

Kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, hari ini Ahok berujar,"Saya gak bicara menang kalah, saya gak bicara mesin politik Anda hebat kayak buldoser bisa kalahkan saya, bukan! Saya enggak katakan mesin Anda enggak hebat lho, mesin Anda boleh hebat! Saya memilih rela dikalahkan anda asal ga kehilangan kepercayaan orang yang mengumpulkan KTP buat saya," tegasnya.

Ahok menyebut posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta adalah sebuah pekerjaan, sehingga dia hanya akan mempersiapkan yang terbaik menjelang akhir masa jabatannya pada Oktober 2017.

"Saya tidak pernah takut kalah, saya lebih takut kehilangan kepercayaan itu aja, kalau anda begitu hebat mesti bisa kalahkan saya ya silakan saja, saya akan siapkan sedemikian rupa sampai oktober 2017. Siapapun yang jadi asalkan dia niat baik, pasti Jakarta akan berjalan dengan baik," paparnya.

Seperti diketahui, kemarin Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan untuk berkoalisi dengan PDIP. Ia menilai rencana itu adalah ide yang bisa direalisasikan. Menurut dia, kekuatan PDIP nomor 1 di DKI, diikuti Gerindra. 

Pada 2012, Partai Gerindra dan PDIP berkoalisi untuk mengusung calon gubernur dan wakil gubernur di pilkada DKI Jakarta. Saat itu, PDIP mengusung Joko Widodo, sedangkan dari Gerindra adalah Basuki Tjahaja Purnama. Pasangan itu akhirnya memenangkan pilkada DKI 2012.

Sementara itu Ahok mengakui sudah ada dukungan dari partai untuk dia pada pilkada DKI 2017. Selain Nasdem dan Hanura, Politikus Golkar, Yorrys Raweyai, memastikan partainya akan mendukung Ahok dalam pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.

Keputusan itu dibuat seusai pertemuan Ahok dengan beberapa politikus Partai Golkar, termasuk Setya Novanto. Namun secara teknis, Golkar belum membahas bentuk dukungan mereka terhadap Ahok, termasuk apakah pihaknya akan meminta Ahok bergabung dengan partai. (Dea/R)


No comments:

Kirim Komentar Anda:

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.

Powered by Blogger.